Rusaknya SUGBK Adalah Salah Kita Sendiri

Rusaknya SUGBK Adalah Salah Kita Sendiri

Final Piala Presiden musim ini boleh dibilang sebagai pertandingan akbar pertama yang digelar di Gelora Bung Karno setelah renovasi. Meski sudah pernah digunakan untuk pertandingan uji coba antara tim nasional Indonesia menghadapi Islandia, dan Bhayangkara FC lawan Tokyo FC, euforia di pertandingan Bali United melawan Persija Jakarta di ajang final Piala Piresiden 2018 tentunya jauh lebih meriah ketimbang 2 pertandingan sebelumnya.

Tapi setelah pertandingan megah dan juga seru ini selesai dihelat, ada luka parah yang menganga. Ketika pertandingan selesai, para Jakmania ikut larut kedalam kemenangan. Dari sinilah luka itu muncul. Beberapa oknum Jakmania ketangkap kamera memaksa masuk lapangan guna merayakan kemenangan klub kebangaannya.

Hal itu menyebabkan rusaknya beberapa pagar stadion. Tidak hanya itu saja, oknum lainnya pun menyebabkan kerusakan di kursi penonton dan pntu masuk. Di sisi lain, dikawasan luar stadion, kerusakan di taman komplek SUGBK disinyalir mencapai 85% dari luas taman yang sebesar 4,9 hektar.

Tapi, rasanya cuma memperkeruh suasana saja bila menunjuk suporter Persija sebagai sebuah institusi yang bersalah, sebab pada dasarnya pelaku yang erusak ialah sebagian oknum yang tidak berotak, tapi yang salah ialah kita semua.

Jakmania yang jelas harus bertanggung jawab dengan kelakuan para anggotanya. Sebagaimana yang sudah diminati oleh Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta, supaya Jakmania menghukum anggota yang sudah melakukan kesalahan. Sampai sekarang ini, masih belum ada tanggapan secara resmi dari Jakmania.

Di sisi lain, kerusakan di GBK ini kabarnya tergolong kerusakan kecil. Disebut-sebut, dana yang akan dikeluarkan guna memperbaiki krusakan tersebut ;Cuma’ 155 juta rupiah, serta segala biaya itu akan ditanggung panitia Piala Presiden 2018. Memang pihak panitia sudah menyediakan jaminan senilai 1,5 miliar pada pengelola stadion jika ada kerusakan (memang terjadi), uang tersebut akan dipakai sebagai dana perbaikan nantinya.

Seperti yang sudah diketahui, mencegah lebih baik ketimbang mengobati. Kita sebagai pendukung sepakbola, kita sebagai pecinta sepakbola, sudah ddepantasnya menjaga stadion di negeri sendiri. Bila dianalogikan, kita penganut satu agama sudah merusah rumah ibadah sendiri.

Sungguh tak masuk akal jika ada yang tetap membela diri dengan kejadian ini. bila dibilang kerusakan itu merupakan tanggung jawab Panitia Piala Presiden dan Jakmania, itu benar, tapi ada baiknya kita bisa instropeksi diri serta saling mengingatkan untuk tak merusak stadion terbaik di Indonesia.

Kami yakin kalau kalian yang membaca artikel ini sudah pintar untuk memahami kalau kursi tersebut hanya untuk diduduki, pagar guna membatasi, serta stadion harus dijaga dengan sangat baik, bukan malah dirusak!.

Oleh sebab itu, kita ingin mengajak kalian untuk sama-sama menjaga serta mengingatkan supaya kejadian semacam ini tak terulang kembali.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *