Juninho Pernambucano, Bak Pensil Warna Di Depan Pagar Kehidupan

Juninho Pernambucano, Bak Pensil Warna Di Depan Pagar Kehidupan

“Kami mendapat tembakan bebas jauh dari sayap kiri. Melihat dari posisinya, semua mengira bahwa saya akan mengirimpan umpan silang, namun saya pikir saya memiliki peluang menciptakan gol dari situ. Saya pun membidik target serta bola meluncur ke pojok atas. Bahkan Victor Valdes sangat terkejut, hingga dia jatuh kedalam gawang.”

Kalimat itu diucapkan oleh Juninho saat mengomentari golnya ke jala Barcelona, yang jadi gol pertama di putaran pertama fase 16 besar Liga Champions 2008. Kala itu, Juninho yang membela Olympique Lyon bermain seri 1-1 melawan Barcelona, selepas Thierry Henry menyamakan skor pada babak kedua.

Juninho Pernambucano dan tendangan ebbas, 2 kata yang saling berkaitan, serta biasanya menghasilkan kata lain yang pasti dicari dalam sepakbola, yakni gol. 74 golnya dicetak lewat tendangann bebas, yang dimana 44 diantaranya dibubukan saat membela Lyon. Menjadikan dirinya sebagai pemain paling tajam lewat free kick, sekaligus mengalahkan David Beckham dengan selisih 11 gol di posisi kedua.

Sebagai eksekutor free kick, Juninho konon pemain yang mampu menyempurnakan tehnik knuckle ball. Sebetulnya Roberto Carlos jadi pemain yang terlebih dahulu identik dengan gaya seperti itu, namun Juninho membuatnya semakin indah. Tidak selalu dilakukan dengan kekuatan besar, namun dapat juga dengan placing yang akurat dan indah.

Free kick Juninho nyaris selalu mengenai sasaran, dengan bola meluncur deras kearah gawang tanpa adanya putaran. Saking akuratnya, jarang sekali kita lihat bola tendangannya membentur pagar hidup. Jika tidak meencceng sangat tipis disebelah gawang, ya langsung menjadi gol.

Andrea Pirlo lewat otobiografinya yang berjudul “ I Think Therefore I Play”, menuliskan kalau tehnik free kick-nya memang banyak dipengaruhi gaya Juninho.

“Pencarian rahasianya telah menjadi obsesi tersendiri untuk saya. Ternyata kuncinya bagaimana ia mendang bola, bukan pada bagian mana. Hanya 3 jari yang melakukan sentuhan dengan bola, tidak semua bagian di kakinya,” tulis Andrea Pirlo.

Debutnya bersama Brasil dia lakukan di tahun 1999 silam di pertandingan uji coba melawan Jepang. Selanjutnya dia menjadi bagian skuat Brasil di ajang Copa Amerika 2001, namun tersisih di babak perempat final melawan Honduras. Setelah itu, Juninho hampir tidak terpakai di timnas Brasil.

Tidak ada free kick Juninho yang bisa menghiasi skuat Brasil selama lebih dari 3 tahun, sampai akhirnya dia dipanggil kembali di ajang Piala Dunia 2006, yang kembali dia jalani sampai babak perempat final setelah kalah dari Prancis 1-0.

Juniho mewarnai sepakbola lewat gaya free kick-nya. Seperti crayon, kakinya senantiasa memberikan warna indah diatas buku gambar. Tendangan bebasnya merupakan mahakarya, yang sudah diakui kualitasnya dari banyak penjaga gawang dunia, seperti Iker Casillas, Victor Valdes, dan Oliver Kahn.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *