Pahit Manis Wajah Baru SUGBK

Pahit Manis Wajah Baru SUGBK

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dirombak secara total. Stadion peling megah di tanah air ini menjadi lebih mewah lagi. Awalnya renovasi dicanangkan guna mempersiapkan gelaran Asian Games 2018 nanti, dimana Palembang dan Jakarta jadi tuan rumah.

Timnas Indonesia dan Islandia jadi 2 negara yang beruntung untuk merasakan atmosfer “SUGBK baru” untuk pertama kali. Pertandingan uji coba sepakbola bakal mewarnai SUGBK hari Minggu lalu. Hasil akhir sendiri untuk kemenangan Islandia dengan skor 4-1.

‘keberuntungan’ Islandia diamini Heimir Hallgrimsson selau pelatih mereka. “Di Islandia, stadion megah dan besar. Kami tidak terbiasa dengan stadion semacam ini di negeri kami,” ujar Heimir memuji SUGBK.

Hallgrimsson dan juga Islandia boleh saja terpukau dengan mewahnya SUGBK,  namun untuk warga Indonesia, khususnya Jakarta yang seharai-hari menyaksikan indahnya SUGBK, kebanyakan juga terpukau. SUGBK tampil memakai wajah baru, diantaranya warna kursi diseluruh tribun membentuk warna merah-putih.

Salah satu aspek yang paling dibanggakan ialah lampu stadion yang mempunyai kualitas salah satu terbaik dunia. Perihal tingkat keterangannya, SUGBK diklai lebih bersinar ketimbang Wembley Stadium yang terletak di Inggris. Beberapa malam terakhir para petugas stadion pasti menyalakan lampu SUGBK terlihat semakin terang dan lebih mewah pada malam hari.

Beberapa hal diatas dapat dirasakan oleh para pendukung yang datang. Beda lagi dengan renovasi yang lain seperti kamar ganti pemain yang bernuansa modern, ruang jumpa pers seperti bioskop, ruang VVIP dan VIP yang lebih canggih, ushola yang nyaman, toilet yang sangat kekinian, hingga fasilitas untuk para penonton distabilitas.

Tapi salah satu keluhan dari calon penonton ialah harga jual tiket yang terlalu mahal, namun sepertinya mereka membayar malah lebih lantaran SUGBK yang lebih megah alih-alih lantaran awan Indonesia ialah Islandia, peserta Piala Dunia 2018, Rusia.

Tapi apa hal-hal indah serta humanis tersebut tak mempunyai hal negatif? Sebetulnya kita belum dapat menilainya lantaran para suporter yang hadir belum merasakannya sebelum pertandingan Indonesia melawan Islandia.

Tapi beberapa masyarakat dan panitia cemas bila penonton masih belum siap dengan semua keccanggihan yang telah disebutkan tadi, khususnya mengenai kursi single seateratau kursi untuk 1 penonton. Kemungkinan ada yang tak kecil bagi penonton tidak duduk pada kursi yang seharusnya.

SUGBK memang besar, tapi apa akan penuh? Dari laporan terakhir, sekitar 50 ribu tiket yang dijual oleh panitia, baru 25 ribu yang terjual. Walau jauh dari maksimal, jumlah tersebut tergolong bagus. Para penonton yang masih belum bisa memberlinya secara online, masih dapat membelinya di olket SUGBK mulai Minggu pagi.

Ada bagusnya merasakan sendiri bagaimana atmosfer dan wajah baru SUGBK. Tapi yang paling penting, karena SUGBK saat ini semakin megah, mari sama-sama menjaga stadion kebanggaan Indonesia ini dengan tingkah laku yang baik pula.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *