Kunci keberhasilan Crystal Palace Ada Pada Pengalaman Roy Hodgson

Kunci keberhasilan Crystal Palace Ada Pada Pengalaman Roy Hodgson

Tentunya banyak pihak yang ingat bahwa Crystal Palace mengawali perjalanan mereka musim ini dengan begitu buruk. Dalam 7 pertandingan awal, semuanya mereka lewati dengan kekalahan dan kemasukan 17 gol tanpa bisa memasukkan satupun gol. Pelatih Palace saat itu, Frank de Boer jadi pesakitan dari kehancuran timnya, serta akhirnya ditendang.

Roy Hodgson, pelatih gaek asal Inggris ditunjuk jadi pengganti De Boer. Pengangkatan bekas pelatih tim nasional Inggris itu langsung mengundang banyak keraguan dan perdebatan, menyusul sebelumnya dia dinilai gagal dengan timnas Inggris dan Liverpool. Tapi, saat ini Palace untuk sementara sudah aman dari jeratan degradasi serta ada di peringkat ke 14 klasemen.

Perubahan yang dibawa Hodgson tentu sangat mengejutkan. Walau demikian, tak berarti kehadirannya langsung meribah nasib Palace. Pada pertandingan pertamanya, dia kalah melawan Southampton di markas sendiri 1-0. Tiga pertandingan selanjutnya terlihat seperti neraka untuk Hodgson, sebab dia bakal bertandang ke 2 tim Manchester yang saat ini merajai papan klasemen, serta menjamu rival sekotanya, Chelsea.

Neraka itu jadi kenyataan saat timnya dibabat oleh duo Manchester dengan kemasukan 9 gol. Tapi, mukjizat terjadi saat skuatnya secara mengejutkan berhasil menang atas Chelea dengan skor akhir 2-1.

Kemenangan itu seperti menjadi momen kebangkitan Palace, tapi dasarnya pengalaman Hodgsonlah yang jadi kuncinya.

Pasca kemenangan dari Chelsea, West Ham hanyak kalah 2 kali dalam 10 pertandingan, serta mengoleksi total poin 14. Pada pertandingan terakhirnya, salah satu kesebelasan yang dilihat dari kualitas diatas mereka, mampu West Ham kalahkan 3-0 walau harus menjalani pertandingan kandang.

Hodsgson merupakan pelatih yang sarat pengalaman. Total sudah 20 klub yang dia latih semenjak berkecimpung dalam dunia kepelatihan pada tahun 1976 silam. Klub yang dia tangani juga sangatlah bervariasi, mulai dari tim besar macam Inter Milan dan Liverpool, tim-tim Skandinavia macam Coppenhagen, Grashoppers, dan FF Malmo, sampai sejumlah timnas seperti Inggris, Finlandia, Uni Emirat Arab dan Swiss. Oleh sebab itu, jangan pertanyakan pengalamannya  dalam dunia kepelatihan.

Tapi perjalanannya dengan Fulham pada musim 2007 hingga 2010 adalah momen terhebatnya sebagai pelatih. Dia sukses membawa tim kecil asal London itu menuju final Liga Eropa pada musim 2009/10, mereka hanya kalah melawan Atletico Madrid pada laga final itu dengan skor 2-1.

Pendekatan yang dilakukan pelatih asal Croydon itu pada skuatnya, peendekatannya juga lumayan keras, tapi itulah yang jadi kunci keberhasiannya yang berarti memerlukan komitmen 100% dari semua pemainnya.

Saat dilantik, Hodgson bertekad untuk mengantarkan Palace masih berlaga di kasta tertinggi sepakbola Inggris pada musim depan, serta sejauh ini dia sukses membuktikan hal tersebut, atau bukannya tidak mungkin bahwa Palace bakal finis di peringkat yang lebih bagus pada akhir musim nanti.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *