Inter Milan Belum Menunjukan Kekuatan Maksimal

Inter Milan Belum Menunjukan Kekuatan Maksimal

Inter Milan gagal menang saat melawan Juventus. Tapi, walau gagal memetik kemenangan, mereka menorehkan hasil yang bagus, yakni belum pernah kalah di 16 pertandingan. Catatan yang bagus, mengingat Inter masih memegang status Capolista. Walau kembali belum mengalami kekalahan, dalam pandangan kiper mereka, Samir Handanovic, Inter masih belum menunjukkan performa yang maksimal.

Inter sedang menikmati masa-masa indah sampai pertengahan musim ini. Dibawah arahan pelatih baru, Luciano Spaletti, Inter Milan menjadi sebuah tim yang tidak hanya tangguh, tapi juga cukup tajam. Konsisten, merupakan salah satu hal yang ditekankan oleh manager berdarah Italia itu.

Dalam pandangan Handanovic, Spaletti merubah banyak sekali hal. Latihan juga menjadi semakin berat dan intens. Tapi, berkat latihan berat itu, Inter berubah jadi sebuah klub dengan dasar yang cukup kuat. Seolah wajah baru, menyusul pada musim lalu, mereka bermain sangat buruk.

“Saya pikir, bagaimana anda melakukan latihan, merupakan wujud cara anda bermain di pertandingan yang sebenarnya. Pelatih sangat keras saat sesi latihan. Setiap hal sudah terasa seperti sebuah pertandingan. Jadi, di akhir pekan, sebetulnya tak ada hal yang berubah,” ungkap Handanovic seperti dilansir Calciomercato.

Latihan berat, tapi efektif, merupakan modal yang bagus untuk dapat membangun sekuab kesebelasan. Wajah Inter sangat berubah. Bahkan sampai awal bulan Desember 2017, Inter Milan menjadi salah satu kandidat juara Serie A.

“Kami telah berkembang sangat pesat, tapi kami juga masih belum menunjukkan performa maksimal. Bahkan saat menghadapi Juventus, seharusnya kita dapat lebih bagus lagi,” imbuh Handanovic.

Walau gagal memenangkan pertandingan,  sekali lagi, Inter Milan membuktikann bahwa kuatnya lini pertahanan merupakan pilar sebuah kesebelasan. Khususnya, pada upaya panjang meraih gelar Scudetto.

Handanovic menjelaskan betapa pentingnya memiliki sektor pertahanan kuat. Dia memang seorang kiper, tapi pandangan Handanovic mewakili segala teori. Anda bisa menciptakan gol, tapi bila kemasukan lebih banyak, menjadi seorang juara hanya angan-angan belaka.

“Kami bertahan dengan sangat bagus, saat semua klub Italia selalun ingin terus menyerang. Kami telah memperlihatkan bagaimana cara bertahan yang sangat bagus. Sanjungan khusus untuk manager dan juga staf. Pertahanan merupakan kunci juara. Di sini, klun dengan lini bertahan terbaik bakal memenangkan juara. Saya pikir, fakta tersebut benar adanya,” tutup Handanovic.

Walau menegaskan bahwa mempunyai pertahanan bagus akan begitu penting, Handanovic masih menegaskan jika mental pemenang juga sama-sama penting. Saat sebuah kesebelasan dapat bertahan sempurna, maka proses untuk membuat serangan bakal jadi semakin nyaman. Lini bertahan stabil, akan menjamin Inter Milan, setidaknya tak kalah pada pertandingan penting.

Dan kuatnya pertahanan tersebut terbukti saat Inter tidak kalah menghadapi Juventus dan Napoli, dua klub penantang trofi Scudetto.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *