Bau busuk gelar Bhayangkara FC

Bau busuk gelar Bhayangkara FC

Di musim ini, “diatas lapangan”, Bhayangkara FC memperlihatkan cara bertanding yang lumayan menyenangkan untuk dilihat. Berkomposisikan sederat pemain potensial serta pemain asing nan hebat, Bhayangkara FC sulit untuk dihentikan.

Tidak hanya luapan emosi, kesedihan, dan kegembiraan saja, tapi sepakbola juga menghadirkan sisi gelapnya, sisi yang membuat sepakbola itu sendiri jadi hal yang mengganggu untuk para penikmatnya. Contohnya saat sebuah klub menjadi juara dengan berbekal kekuatan gelapp dibelakang layar. Kekuatan yang sangat kelam, sampai bisa mempengaruhi, dan dapat merubah hasil laga.

Gelar Bhayangkara FC bakal selalu diperbincangkan dengan sisi gelap tersebut. “Diatas lapangan” Bhayangkara itu indah, tapi dengan aksi dibalik layar, Bhayangkara akan tetap dicibir, bahkan selamanya akan tetap dicibir.

Satu pekan terakhir, sisi gelap tersebut begitu terasa, khususnya saat Komdis PSSI memberikan sanksi pada Mitra Kukar. Dengan menurunkan pemain ilegal, Naga Mekes dinyatakann kalah WO 3-0 dari Bhayangkara. Pertandingan itu sendiri berkesudahan 1-1. Dari hukuman yang diterima Mitra Kukar, Bhayangkara mendapat hadiah 2 poin.

Sanksi tersebut sangatlah ganjil. Salah satu penyebabnya ialah Mitra Kukar tak mendapat kesempatan untuk melakukan banding. Tanpa adanya banding, sanksi langsung dijatuhkan. Selain kalah WO, Mitra Kukar juga menerima sanksi berupa denda sebesar 100 juta. Pedih sekali.

Keganjilan juga sangat terasa disekitar Stadion Gelora Bangkalan, stadion dimana pertandingan antara Bhayangkara FC dijamu Madura United. Tuan rumah sendiri sedang menjalani hukuman, yakni laga tanpa penonton. Oleh karena itu, para suporter Madura berinisiatif menggelar nonton bareng dihalaman stadion.

Wajib diketahui, tak ada larangan mengadakan nonton bareng dihalaman stadion. Tapi apa daya, satu hari sebelum laga dimulai, suporter Madura United juga dilarang nonton bareng oleh pihak kepolisian. Seperti yang di sampaikan oleh akun salah satu basis pendukung Madura United.

Sebuah keganjilan yang terasa ialah saat begitu banyaknya pihak kepolisian yang sudah masuk kedalam stadion, bahkan ada juga yang duduk di tribun VVIP. Apa pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Madura United termasuk prtandingan yang memiliki resiko tinggi?

“Berbahaya” mana bila dibandingkan dengan saat Barcelona menghelat laga tertutup lantaran permasalahan Referendum Catalan? Saat Barcelona berlaga, bahkan tidak ada pihak kepolisian yang duduk manis di atas tribun.

Semua keganjilan tersebut membuat piala yang nantinya diterima oleh Bhayangkara berbau anyir, busuk yang sangat menyengat. Faedah apa yang bakal Bhayangkara terima dari juara dengan memakai cara busuk semacam ini?

Sekali lagi, “diatas lapangan”, Ilija Spasojevic, Paulo Sergio, hingga Evan Dimas memang bermain bagus. Tapi diluar lapangan, bau busuk tercium sangat menyengat!

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *